Home > Renungan > Membangun Indonesia dengan Properti

Membangun Indonesia dengan Properti

Sewaktu terjadi Great Depression tahun 1930 di Amerika Serikat, Pemerintah Amerika membangun suburban. Sedangkan Pemerintah Malaysia saat ini sedang giat-giatnya membangun Johor. Kenapa Johor? Kenapa bukan Serawak?

Dua contoh di atas adalah kegiatan properti untuk membangun pondasi perekonomian negara berdasarkan competitive advantage. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana di Indonesia?

Pemerintah bukannya tidak mengetahui bahwa properti mampu menggerakan roda perekonomian. Beberapa program diluncurkan seperti subsidi bunga untuk Rumah Sehat Sederhana (RSS) dan bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk Rusunami. Juga beberapa program pendukung yang sifatnya lebih umum seperti KUR, Kredit Usaha Rakyat yang bisa diberikan kepada kontraktor.

Namun untuk menggerakan perekonomian, mungkin apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah belumlah cukup. Masih terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendorong sektor properti sebagai investasi di sektor riil.

Pertama, Pemerintah perlu menjalankan apa yang namanya competitive advantage. Misal Pulau Sumatera dijadikan basis perdagangan internasional, industri dan perkebunan. Karena dengan memperkuat perdagangan internasional di Sumatera, akan mendekati perdagangan Singapura maupun Johor. Sedangkan dengan membangun industri di Sumatera, akan menekan biaya transportasi. Pulau Jawa karena tingkat kesuburannya tinggi, maka dijadikan sebagai basis agrobisnis. Kalimantan dan Irian menjadi basis jantung dunia, pertambangan dan migas. Bali dan Nusa Tenggara karena merupakan daerah yang elok, dijadikan basis pariwisata. Sedangkan Sulawesi bisa menjadi Ibukota Negara dan juga perkebunan.

Intinya adalah bagaimana mengembangkan masing-masing pulau dengan keunggulan masing-masing dan saling mendukung antar pulau sebagai wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kedua, dengan mengkapling-kaplingkan masing-masing pulau sesuai keunggulannya, Pemerintah perlu mendorong kemudahan perijinan. Bahkan mungkin tanpa biaya. Namun ini berlaku jika permohonan ijin sesuai dengan keunggulan pulau tersebut. Terkait dengan perijinan adalah keamanan investasi. Karena bisnis membutuhkan kepastian/certainty. Tanpa itu, investor akan lari.

Ketiga, fasilitas kredit yang murah untuk pembangunan konstruksi atau biasa dikenal dengan kredit konstruksi. Selama ini kredit konstruksi berbunga komersil. Ini sama saja memakan margin keuntungan pengembang antara 5%– 10%. Sehingga tidak mendorong pengembang untuk mengambil kredit dan meng-ungkit bisnis properti.

Keempat, Pemerintah perlu memperluas pemberian insentif pajak berupa pembebasan PPN kepada segmen menengah ke atas. Karena Pemerintah sudah diuntungkan dengan adanya pembangunan yang otomatis akan mengurangi tingkat pengangguran juga tingkat kemiskinan karena sektor properti adalah sektor padat modal dan padat karya.

Kelima, Pemerintah seminimal mungkin menekan penggunaan instrumen kebijakan moneter dengan menstabilkan BI Rate (SBI) pada tingkat di bawah 8%. Karena semakin tinggi BI Rate, investasi riil akan semakin menjauh.

Namun konsep tersebut di atas tidak akan pernah bisa dilaksanakan apabila tidak ada niat tulus, jaminan keamanan investasi dan korupsi.

Seharusnya Pemerintah perlu bertanya kepada dirinya sendiri, mengapa Ciputra sebagai pengembang dengan predikat AAA di bursa, melarikan investasinya ke Vietnam? Juga mengapa Dubai World dan kanca-kancanya melarikan investasinya ke Malaysia? Juga pertanyaan yang lebih umum, mengapa Timur Tengah yang sedang kebanjiran Petrodollar tidak menginvestasikan ke Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia?

Pemerintah harus bisa menjawab dan memperbaiki diri. Dan mari membangun Indonesia dengan properti!

Originally posted by Aryo Diponegoro and re-posted by Java Propertindo

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: